Minggu, 17 April 2011

Analisis Ratio Keuangan Bank Ekonomi Raharja Pada Metode Camels

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Perhitungan Rasio Keuangan
PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk
GED. GRAHA EKONOMI JL. SETIABUDI SELATAN KAV.7-8
Telp. (021) 25445800

dahulu PT BANK EKONOMI RAHARJA, sampai dengan 3 Maret 2008

per Desember 2010 dan 2009

(Dalam Persentase)

Pos-pos

12-2010

12-2009





I. Rasio Kinerja







1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)

19.05

21.75





2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif

.27

.51





bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif







3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif

.2

.46





4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan

.73

.97





terhadap aset produktif







5. NPL gross

.35

1.11





6. NPL net

.12

.9





7. Return on Asset (ROA)

1.78

2.21





8. Return on Equity (ROE)

14.34

19.42





9. Net Interest Margin (NIM)

4.09

4.36





10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

76.32

77.65





11. Loan to Deposit Ratio (LDR)

62.44

45.54





II. Kepatuhan (Compliance)







1.a. Persentase Pelanggaran BMPK







i. Pihak terkait







ii. Pihak tidak terkait







b. Persentase Pelampauan BMPK







i. Pihak terkait







ii. Pihak tidak terkait







2. Giro Wajib Minimum (GWM)







a. GWM Utama Rupiah

8.12

5.09





b. GWM Valuta asing

1.53

1.42





3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan

.45

.54





Keterangan Bank Pelapor:


Kurs tukar valuta asing yang digunakan adalah sebagai berikut : 31 Desember 2010 : 1 USD = Rp 9.010,- 31 Desember 2011 : 1 USD = Rp 9.395,- 1) David Edwin Boycott mengundurkan diri pada tanggal 16 November 2010 dan berlaku efektif sejak 18 Januari 2011. 2) Gary Jones mengundurkan diri pada tanggal 16 November 2010 dan berlaku efektif sejak 31 Desember 2010. 3) Minarti Tjhin mengundurkan

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
Perhitungan Rasio Keuangan
PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk
GED. GRAHA EKONOMI JL. SETIABUDI SELATAN KAV.7-8
Telp. (021) 25445800

dahulu PT BANK EKONOMI RAHARJA, sampai dengan 3 Maret 2008

per Desember 2010 dan 2009

(Dalam Persentase)

Pos-pos

12-2010

12-2009





I. Rasio Kinerja







1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)

19.05

21.75





2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif

.27

.51





bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif







3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif

.2

.46





4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan

.73

.97





terhadap aset produktif







5. NPL gross

.35

1.11





6. NPL net

.12

.9





7. Return on Asset (ROA)

1.78

2.21





8. Return on Equity (ROE)

14.34

19.42





9. Net Interest Margin (NIM)

4.09

4.36





10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

76.32

77.65





11. Loan to Deposit Ratio (LDR)

62.44

45.54





II. Kepatuhan (Compliance)







1.a. Persentase Pelanggaran BMPK







i. Pihak terkait







ii. Pihak tidak terkait







b. Persentase Pelampauan BMPK







i. Pihak terkait







ii. Pihak tidak terkait







2. Giro Wajib Minimum (GWM)







a. GWM Utama Rupiah

8.12

5.09





b. GWM Valuta asing

1.53

1.42





3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan

.45

.54





Keterangan Bank Pelapor:


Kurs tukar valuta asing yang digunakan adalah sebagai berikut : 31 Desember 2010 : 1 USD = Rp 9.010,- 31 Desember 2011 : 1 USD = Rp 9.395,- 1) David Edwin Boycott mengundurkan diri pada tanggal 16 November 2010 dan berlaku efektif sejak 18 Januari 2011. 2) Gary Jones mengundurkan diri pada tanggal 16 November 2010 dan berlaku efektif sejak 31 Desember 2010. 3) Minarti Tjhin mengundurkan


Analisis kesehatan bank dapat dilakukan melalui metode Camels


Pada dasarnya penilaian terhadap bank dapat dilakukan melalui 6 tahap, antara lain :

  1. Permodalan (capital)
  2. Kualitas terhadap asset yang produktif (assets quality)
  3. Management
  4. Pendapatan atau earning (berhubungan dengan rentabilitas)
  5. Likuiditas (berhubungan dengan pemenuhan kewajiban jangka pendek tepat waktu)
  6. Kepekaan terhadap pasar.

Analisis kesehatan Bank Hagakita akan dimulai dari permodala.

  1. Permodalan

Pada tahun 2009 ke 2010 Bank Ekonomi Raharja mengalami penurunan nilai kinerja rasio yaitu dari 21.75 ke 19.05 untuk car yang memperhitungkan rasio kredit sedangkan untuk CAR yang memperhitungkan rasio pasar tidak mengalami peningkatan. Bank Hagakita ingin meningkatkan atau memperbaiki nilai CAR maka Bank Hagakita harus mengurangi atau memperkecil komitmen pinjaman yang tidak digunakan, mengurangi jumlah pinjaman yang diberikan sehingga memperkecil resiko, menambah posisi modal dengan cara setoran tunai atau go public dan lain-lain. Aktiva tetap terhadap modal merupakan perdandingan aktiva tetap yang diniliki oleh Bank Hagakita terhadap modal sendiri.

  1. Asset

Pada laporan keuangan diatas NPL mengalami perubahan, pada tahun 2009 NPL sebesar (1.11) dan pada tahun 2010 NPL mengalami penurunan sebesar (.35). Karena NPL ini digunakan untuk mengetahui kualitas assets suatu bank, maka dapat disimpulkan bahwa Bank Ekonomi Raharja harus berhati hati untuk mempertahankan kualitas asset pada tahun 2009.

  1. Management

Kualitas manajemen dapat dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja, juga dapat dilihat dari pendidikan serta pengalaman karyawannya dalam menangani berbagai kasus yang terjadi. Unsur-unsur penilaian dalam kualitas manajemen adalah manajemen permodalan, aktiva, umum, rentabilitas dan likuiditas, yang didasarkan pada jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

  1. Earning

Indikator yang dipakai adalah dan BO/PO yang digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang diperoleh bank, dan NIM yang diperoleh dengan membandingkan pendapatan bunga bersih dengan rata-rata aktiva produktif.

Rumus : BO/PO = Total beban operasional / total pendapatan operasional

NIM = Pendapatan bunga bersih / rata-rata aktiva produktif

  • BOPO

Digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan lembaga keuangan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Pada tahun 2009 rasio BOPO 77.65 namun pada tahun 2010 turun menjadi 76.32, ini membuktikan pengendalian yang kurang baik antara biaya operasional dengan pendapatan operasionalnya karena rasio turun sebesar 1.33.

  • NIM

Rasio NIM pada data diatas tahun 2010 mengalami penurunan, sehingga menjadi 4.36 yang pada tahun 2009 menjadi sebesar 4.09 pada tahun 2010. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank.

  1. Likuiditas
  • LDR

LDR atau Loan to Deposit Ratio adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukan deposito berjangka, giro, tabungan dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman nasabahnya. LDR menyatakan sejauh mana bank dapat membayar kembali dalam penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditas. Semakin tinggi LDR menunjukan bahwa semakin rendahnya likuidasi suatu bank. 3 tahun terakhir Bank Ekonomi Raharja mengalami penurunan yang cukup besar.

Sabtu, 19 Maret 2011

Tugas Analisis Lapoaran Keuangan 3

Soal :

1. Jelaskan bagaimana standar akuntansi ditetapkan?

2. Apakan yang dimaksud dengan beban yang fleksibel( discretionary expenses)?

Mengapa beban ini penting untuk menganilisis kualitas laba?

Jawaban :

1. Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu disebabkan 4 hal: di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif; secara sukarela perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan; beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil; dan di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sector swasta yang meliputi profesi akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan kelompok public yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal. Bursa efek yang merupakan sector swasta atau public (tergantung negaranya) juga mempengaruhi proses tersebut. Di Negara-negara hukum umum, sector swasta lebih berpengaruh dan profesi auditing cenderung untuk dapat mengatur sendiri dan untuk lebih dapat melakukan pertimbangan atas atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Di Negara-negara hukum kode, sector public lebih berpengaruh dan profesi akuntansi cenderung untuk lebih diatur oleh Negara. Hal ini yang menyebabkan mengapa standar akuntansi berbeda-beda di seluruh dunia.

2. Definisi Beban yang fleksibel : Sebuah beban biaya yang bisa berulang atau tidak berulang untuk item yang tidak penting atau jasa. Sebuah beban biaya berbeda dari biaya variabel dalam biaya variabel adalah biaya yang diperlukan untuk hidup nyaman.
Misalnya, biaya pakaian dasar adalah variabel karena biaya ini tergantung pada pakaian Anda mungkin perlu mengganti, atau pakaian yang Anda perlu membelikarena Anda telah pindah ke iklim yang baru. Sebuah mantel kulit yang mahal adalah biaya yang karena mantel lebih murah akan membuat Anda seperti hangat.
Biaya
Discretionary untuk bisnis kecil mungkin hubungan masyarakat, sumbanganamal, pelatihan dan bonus.