Rabu, 29 Desember 2010

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (SIA, SIM)

Sistem Pengolahan Data

Sistem yang melakukan tugas pengolahan data adalah system pengolahan data. Dalam pandangan umum, system pengolahan data adalah sama dengan system akuntansi, pandangan ini didasarkan pada kenyataan bahwan pada mulanya computer hanya diterapkan untuk tugas akuntansi dan, penggunaannya disebut pengolahan data elektronik atau EDP

Tujuan Pengolahan Data :

Untuk mengambil informasi asli ( data ) dan darinya menghasilkan informasi dalam bentuk yang berguna.

Contoh Pengolahan Data :

Sistem pengolahan data penjualan

Sistem Pengolahan data pegawai dll.

Fungsi dasar Pengolahan data :

1. Mengambil programa dan data (masukan / input)

2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan

3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan

4. Menyimpana hasil antara dan hasil akhir pengolahan

5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan.

Primary Storage

Merupakan ruang penyimpanan yang berisi data yang sedang diolah dan program yaitu berisi suatu daftar intruksi yang mengolah data.

Primary Storage terdiri dari : RAM,ROM, Cache Memory.

Secondary Storage

Merupakan penyimpanan yang berisi data yang sedang diolah dan program yaitu berisi suatu daftar instruksi yang mengolah data.

Primary Storage terdiri dari RAM, ROM, Cache Memory.

Secondary Storage

Merupakan penyimpanan cadangan / tambahan. Contoh : disket, hardisk, magnetic tape dll.

Pengolahan Data pada computer

Pengolahan data pada computer meliputi :

1. Pengumpulan data

Sistem pengolahan data dirancang untuk mengumpulkan data menggambarkan tiap tindakan internal perusahaan dan menggambarkan transaksinya dengan lingkungannya.

2. Pengubahan data

Operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian , penyortiran, Pengkalkulasian, perekapitulasian, pembandingan.

3. Penyimpana Data

Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan dalam berbagai media penyimpanan, dan file yang disimpan disebut database

4. Pembuatan Dokumen

Sistem pengolahan data mengahasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun luar perusahaan.

Manfaat Pengolahan Data

Dengan digunakannya pengolahan dan elektronik, maka manfaat yang dapat diperoleh adalah meminimalkan kebutuhan tenaga manusia, hal ini karena beberapa pekerjaan dilakukan secara otomatis oleh peralatan bantuan seperti computer. Keuntungan lain adalah kemampuan computer untuk memproses data lebih besar, keakuratan yang lebih besar, kecepatan yang lebih besar, fasilitas pengendalian otomatis dan pengolahan secara serentak.

Sebagai Contoh :

1. Pembuatan factor penjualan, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, maka operator hanya memasukkan jumlah barang yang dipesan, karean nama pelanggan, alamat, harga sudah ada dalam database dan perhitungan total sudah kitaa dapatkan dari hasil proses program.

2. Perhitungan upah dan gaji, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, operator hanya menginput banyaknya jam kerja, lembur, bonus atau komisi, hari absen ; dan untuk kode pegawai, nama pegawai, gaji pokok, informasi perhitungan pajak pendapatan, neraca pinjaman dan informasi kumulatif lainnya sudah ada pada database dan program yang memprosesnya.

Peranan Pemrosesan Data Dalam Pemecahan Masalah

Pengolahan data banyak dilakukan oleh volume data yang lebih besar dari pada volume informasinya. Ada dua alas an yang pertama system pengolahan data yang benar menghasilkan output informasinya dalam bentuk laporan accounting standar yang kedua system pengolahan data yang memberikan kekayaan pada database yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.

Sistem Informasi Manajemen

Manajemen adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan fungsi – fungsi manajemen seperti merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan ( controlling)

Manajer berdasarkan posisi pada Organisasi

· Manajer Puncak (Top Managers)

· Manajer Menengah (Middle Managers)

· Manajer Garis Pertama (First Line Managers)

Tugas utama Sistem Informasi Organisasi

Setiap organisasi memiliki beberapa tugas yang harus dikelola sedemikian rupa sehingga organisasi yang berhasil mencapai seluruh sasaran yang telah ditetapkan,bahkan juga berhasil mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pada dasarnya setiap organisasi memiliki 3 hingga 7 tugas utama yang disebut sebagai “factor – factor krisis keberhasilan” (critical success factors). Hal ini biasanya ditentukan oleh sifat lingkungan organisasi dan sifat industry dimana organisasi merupakan bagian dari industry tersebut. Contoh tugas utama dari organisasi adalah :

1. Untuk pengendalian biaya, dimana jika biaya naik maka harga akan naik sehingga permintaan menurun

2. Dalam kasus perusahaan yang membuat busana, rancangan busana dan pengendalian persediaan menentukan keberhasilan suatu produk. Bila persediaan berlebihan dan kemudian mode telah berubah , akibatnya tidak bisa dijual dengan harga yang layak.

3. Dalam kasus untuk perusahaan industry mobil, dimana selain pengendalian biaya produksi maka tugas utamanya adalah : menjaga hubungan baik dengan para penyalur, menjaga mutu dan kehandalan, serta hemat bahan bakar.

4. Sebagian besar tugas utama bersifat silang fungsional misalnya dalam penetapan harga pokok. Harga produk dapat ditetapkan dengan berbagai cara :

· Mempertimbangkan biaya produksi

· Mempertimbangkan biaya administrasi

· Mempertimbangkan harga dan kebijakn harga saingan

5. Dalam kasus untuk perusahaan padat informasi ; maka tugas utamanya adalah menetap kan dan menjaga system informasi agar tetap berjalan baik. Contoh dari perusahaan padat informasi adalah perusahaan penerbangan, dimana ketersediaan informasi sangat penting artinya bagi pengelolaan tugas lainnya.

Sumber :

http://www.google.co.id/#hl=id&biw=593&bih=516&q=related:yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5596/database2.pdf+sistem+pengolahan+data&tbo=1&sa=X&ei=eQAXTcT6MYHrrQfn1qWRDA&ved=0CBoQHzAA&fp=2eebf56b991a588f

http://www.google.com/search?q=google.com&sourceid=ie7&rls=com.microsoft:en-us:IE-Address&ie=&oe=#hl=en&rls=com.microsoft:en-us:IE-Address&q=related:aldi_tob_2000.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12267/Minggu3.ppt+tujuan+Pengolahan+Data&tbo=1&sa=X&ei=ZQYXTdWgCcjmrAen6LzkCw&ved=0CBsQHzAA&fp=7b989c6c17f79c85

related:ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7295/manajemen.pdf Sistem Informasi Manajemen

related:library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-mutia.pdf Sistem Informasi Manajemen

Minggu, 26 Desember 2010

Dasar – Dasar Pemrosesan Komputer

Dasar – Dasar Pemrosesan Komputer

1. Pengertian Komputer

Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah system kerja yang rapid an teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan intruksi ataupun program yang diberikan kepadanya.

Computer Berdasarkan Golongan :

a. General Purpose computer

Komputer yang umum digunakan pada setiap hari, juga bisa disebut sebagai general purpose computer, dimana bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai variasi pekerjaan. Sebagai contoh general purpose computer tidak bisa digunakan untuk memproses perhitungan seluruh data statistic yang dibutuhkan untuk peramalan cuaca ataupun pengetesan pesawat terbang.

b. Special purpose Komputer

Special – purpose computer digunakan untuk menyelesaikan pekerjaab ataupun aplikasi khusus. Special purpose pada awalnya merupakan general purpose, yang digunakan secara khusus dan disesuaikan dengan konfigurasi ataupun peralatan didalamnya yang sudah dimodifikasi sedemekian rupa.

Sebagai contoh konfigurasi dari special purpose computer yang digunakan pada system computer berskala besar adalah front – end processor ; yang digunakan untuk mengontrol fungsi input dan output dari computer utama.

Pengertian Komputer Menurut Kapasitasnya

a. Personal computer (PC)

Pada awalnya, computer jenis ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perorangan(personal). Kebutuhan per- orangan dalam hal menyimpan ataupun memproses data, tentunya tidak sebanyak kebutuhan sebuah perusahaan. Pada umumnya personal computer hanya mampu bekerja untuk melayani satu orang pemakai (single – user), tetapi dalam perkembangan dengan menggunakan konsep LAN personal computer juga dapat digunakan untuk melayani banyak pemakai dalam saat yang bersamaan (konsep multi user).

b. Mini Komputer

Komputer mini mempunyai kemampuan berapa kali lebih besar jika disbanding dengan personal computer. Hal ini disebabkan karena micro-processor yang digunakan untuk memproses data memang mempunyai kemampuan jauh lebih unggul jika disbanding dengan microprocessor yang digunakan pada personal computer.

c. Mainframe Komputer

Ciri utama yang membedakan pengertian antara mini computer dengan main frame adalah , main frame memiliki processor lebih dari satu. Dengan demikian, dari segi kecepatan proses mainframe jauh lebih cepat jika disbanding dengan mini computer. Kecepatan kerja mainframe mencapai 1 milyar operasi perdetik ( 1 giga operations per-seconds – 1 GOPS). Kecepatan semacam ini sangatlah diperlukan, karena mainframe biasanya digunakan untuk memproses data-data yang mempunyai kapasitas sangat besar, dan disamping itu, mainframe biasanya juga digunakan oleh puluhan hingga ratusan pemakai yang bekerja secara bersama – sama.

d. Super Computer

Sesuai dengan namanya, super computer memiliki ciri khas, yaitu kecepatan proses yang tinggi serta memiliki kemampuan menyimpan data yang jauh lebih besar apabila disbanding dengan mainframe. Harga super sangatlah besar dan mahal. Salah satu contoh adalah super computer adalah Cray – Z. pengguna super computer biasanya Negara – Negara yang sudah maju ataupun perusahaan – perusahaan yang sangat besar, seperti misalnya industry pesawat terbang Nurtanio.

Arsitektur Komputer

§ Central Processing Unit (CPU) mengendalikan semua unit system computer dan mengubah input menjadi output.

§ Unit pengendalian (control unit) membuat semua unit bekerja sama sebagai suatu system.

§ Misalnya process prosessor dan arithmetic dan logic unit (ALU) merupakan tempat berlangsungnya operasi perhitungan logika serta mengolah isi penyimpanan primer.

§ Penyimpanan sekunder menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan.

Unit Input

1. Keyboard

Memasukkan data dengan cara menekan tombol – tombol yang tepat, mirip mesin ketik yang sebagian besar dilengkapi dengan tombol tambahan.

2. Alat Penunjuk

· Mouse, suatu alat kecil dan ringan yang memrliki suatu bola yang kecil dibawahnya dan memiliki 1, 2 atau 3 tombol di atasnya dihubungkan ke computer dengan suatu kabel halus.

· Trackball, suatu alat penunjuk dimana menggerakkan kursor dengan cara memutar bola tanpa memindahkan seluruh alat tsb.

· Touch screen, memasukkan data, instruksi hanya dengan menyentuh satu lokasi dilayar dengan menggunakan jari atau objek tidak transparan lain.

· Light pen, untuk menunjuk pada layar.

· Unit remote control.

3. Alat Pembaca Optis

Membaca data dengan menyinari suatu sinar terang diatas data photoelectric disebelah unit pembaca optis ( scanner ).

4. Alat Pembaca Magnetik

5. Berbicara Pada Komputer

· Pengenal suara jenis speaker independent system dimana proses pengenalannya didasarkan pada bagaimana kita berbicara dari pada apa yang dikatakan.

· Teknik inipun mampu mengenal pemakai yang berbicara dalam bahasa apapun.

Pemrosesan Pusat dan Penyimpanan Primer

· Penyimpanan computer (computer storage) ada dua bentuk dasar yaitu primer dan sekunder

· Penyimpanan primer biasanya disebut main memori

· Teknologi IC untuk menyediakan random acces memori (RAM) yang digunakan untuk menyimpan material seperti intruksi pada saat computer dinyalakan dan cache memori

1. Ram ( Random Acces Memory)

· IC yang berfungsi sebagai bagian penyimpanan primer yang digunakan untuk menyimpan software dan data.

· RAM memungkinkan operasi baca maupun tulis

· Mempunyai sifat mudah hilang (volatile) karena isinya hilang saat daya listrik dimatikan

2. ROM (Read Only Memory)

· Jenis khusus pentimpanan primer dapat dibaca tapi tidak dapat ditulis

· Untuk menyimpanan material seperti intruksi – intruksi yang memberitahukan computer apa yang harus dilakukannya saat dinyalakan

· Bersifat tidak mudah hilang (nonvolatile) yaitu isinya tidak terhapus saat daya listrik system dimatikan

3. Cache Memory

· RAM khusus yang sangat cepat dan sangat mahal yang ditempatkan diantara RAM biasa dan Processor

· Isi Cache memory dperiksa oleh processor sebelum mencari instruksi program / data di RAM biasa

· Jika Cache Memory mempunyai isi yang diperlukan, pengambilan dapat dilakukan lebih cepat daripada jika RAM biasa dilibatkan

Unit Output

Bentuk akhir dari pemrosesan computer adalah beberapa bentuk output dan menampilkan pilihan, yaitu : yang dicetak, grafik, microfilm, kartu berlubang, dan yang diucapkan.

· Output yang ditampilkan

Peralatan output yang paling terkenal dengan pemakai akhir (end user) adalah display Screen yang disebut CRT yang dikemas dengan keyboard.

Kelemahan dari layaran tampilan yaitu : ketidak mampuan untuk menghasilkan kopi pada kertas yang disebut Hard Copy

· Output yang dicetak

Peralatan yang disebut printer menghasilkan hardcopy

· Output Grafik

Beberapa pemakai computer pertama, seperti insinyur dan arsitek perlu untuk menghasilkan output grafik.

Peralatan khusus yang disebut plotter yang disambungkan dengan CPU ataupun beroperasi secara offline, dapat menghasilkan output grafik pada ukuran normal atau pada kertas besar.

· Output

Komputer dapat menggunakan unit computer output microfilm (COM) untuk menciptakan microfilm ataupun microfiche

Mikro viewer offline khusus digunakan untuk menampilkan dokumen yang difilmkan tersebut.

Mikrofilm printer dapat digunakan untuk menghasilkan hard copy.

· Output Kartu berlubang

Beberapa konfigurasi computer yang lebih besar menerapkan card punch unit yang membuat kartu berlubang

· Output Audio

Audio response unit dapat menentukan kata yang sebelumnya terekam untuk membentuk output computer dapat didengar, sehingga bisa ditransmisikan ke selueruh saluran komunikasi.

Peranan Peralatan I/O dalam pemecahan masalah

· Peralatan input dan output penting bagi manager terutama dalam memberikan komunikasi antara manager dengan computer.

· Peralatan input, seperti unit MICR dan OCR memberikan cara untuk memasukkan data kedalam database, baik ketika terjadi transaksi atau tak lama kemudian.

· Banyak unit output yang digunakan dalam pemecahan masalahan secara tidak langsung

· Manager akan meminta anggota staf untuk mengumpulkan informasi dari rekaman microfilm dan kemudian menampilkan ringkasannya dalam bentuk laporan tertulis.

Sumber :

related:dharmayanti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14056/Arsitektur_komputer.doc DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

related:srini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1099/SIM1-Dasar+Pemrosesan+Komputer.pdf DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

related:robby.c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7699/DASAR-+DASAR+PEMPROSESAN+KOMPUTER.ppt DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

related:yudiagusta.files.wordpress.com/2008/03/lecture-08-dasar-dasar-pemrosesan-komputer-database-komunikasi-data.pdf DASAR-DASAR PEMROSESAN KOMPUTER

http://www.scribd.com/doc/19195513/dasar-pemrosesan-komputer

Kamis, 23 Desember 2010

Siklus Hidup Sistem (System Life Cycle – SLC)

Siklus Hidup Sistem (System Life Cycle – SLC)

Siklus Hidup Sistem adalah penerapan pendekatan system untuk pengembangan system jaringan atau subsistem informasi berbasis computer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.

Tahap – Tahap siklus Hidup

Empat tahap pertama adalah perencanaan, analisis, rancangan dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama dinamakan siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC). Tahap kelima adalah tahap penggunaannya, yg berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang sistem itu kembali. Proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulangi lagi.

Tahap – tahapannya yaitu :

1. Tahap Perencanaan

2. Tahap Analilsis

3. Tahap Rancangan

4. Tahap Penerapan

5. Tahap Penggunaan

Gambar Diagram Tahap – tahap siklus :

Empat tahap pertama dinamakan dengan siklus hidup pengembangan system ( system development life cycle – SLDC )

Siklus hidup system yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi dibantu oleh manajer dari analisis system , pemograman dan operasi.

Pengelolaan siklus hidup :

· Saat system mempunyai nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya

· Ketika ruang lingkup system menyempit dan fokusnya lebih operasional, kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih rendah seperti wakil direktur utama, direktur bagian adiministrasi dan CIO.

· Komite yang memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan disebut komite pengarah.

· Komite Pengaraj mengarahkan pengguna SD computer perusahaan dinamakan komite pengarah SIM.

Komite Pengarah SIM, melaksanakan 3 fungsi utama yaitu :

Ø Menetapkan kebijakan

Ø Menjadi pengendali keuangan

Ø Menyelesaikan pertentangan

Keuntungan yang dicapai :

· Semakin besar kemungkinan computer akan digunakan untuk mendukung pemakai diseluruh perusahaan.

· Semakin besar kemungkinan proyek – proyek computer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Kepemimpinan Proyek

Komite pengarah SIM yang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawabnya ada tim proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan system berbasis computer kegiatan tim tersebut diarahkan oleh seorang pemimpin proyek yang memberikan pengarahan selama proyek berlangsung. Tidak seprti komite pengarah SIM, tim proyek tidak berkelanjutan dan biasanya dibubarkan ketika penerapan system telah selesai.

Tahap Perencanaan

Keuntungan dari merencanakan Proyek CBIS :

· Menentukan lingkup dari proyek

· Mengenali berbagai area permasalahan potensial

· Mengatur urutan tugas

· Memberikan dasar untuk pengendalian

Langkah – langkah Dalam Tahap Perencanaan :

1. Menyadari masalah

2. Mendefinisikan masalah

3. Menentukan tujuan system

4. Mengidentifikasi Kendala – kendala system

5. Membuat studi kelayakan

6. Mempersiapkan usulan penelitian system

7. Menyetujui atau menolak penelitian proyek

8. Menetapkan mekanisme pengendalian

Tahap Analisis

Ø Mengumumkan penelitian system

Ø Mengorganisasikan tim proyek

Ø Mendefinisikan kebutuhan informasi

Ø Mengidentifikasi criteria kinerja system

Ø Menyiapkan usulan rancangan

Ø Menyetujui atau menolak rancangan proyek

Tahap Rancangan

1. Menyiapkan rancangan system yang terinci

2. Mengidentifikasi berbagai alternative konfigurasi system

3. Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi system

4. Memilih konfigurasi yang baik

5. Menyiapkan usulan penerapan

6. Menyetujui atau menolak penerapan system

Tahap Penerapan

1. Merencanakan penerapan

2. Mengumumkan penerapan

3. Mendapatkan sumber daya perangkat keras

4. Mendapat sumber daya perangkat lunak

5. Menyiapkan data base

6. Menyiapkan fisik

7. Mendidik peserta dan pemakai

8. Menyiapkan usulan cutover

9. Menyetujui atau menolak masuk ke system baru

10. Masuk ke system baru

Tahap Penggunaan

1. Menggunakan system

2. Audit system

3. Memelihara system

Pemeliharaan system dilaksanakan untuk 3 alasan :

1. Memperbaiki kesalahan

2. Menjaga kemutakhiran system

3. Meningkatkan system

4. Menyiapkan usulan rekayasa ulang

5. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang system

Pengaruh Yang Baru Pada Siklus Sistem

Siklus hidup system bersifat sangat tradisional. Semua perencanaan dilakukan, diikuti dengan semua analisis, dan kemudian di desain, dan seterusnya. Akhir – akhir ini ada dua inovasi dalam pengembangan system yang memepunyai pengaruh atas cara tradisional tersebut. Pengaruh tersebut adalah Prototyping dan CASE

Prototipe (Prototyping)

Prototype memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara system berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses akan menghasilkan prototype (prototyping).

Langkah prototyping :

1. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai : Hal ini dapat dilakukan oleh analis system , terutama dengan menginterview perorangan.

2. Mengembangkan prototip : Analis system dan programmer menggunakan alat untuk pembuatan prototip, contoh : 4GL, DBMS, spreadsheet elektronik, dan bahasa pemodelan

3. Mengevaluasi prototip : Analis dan programmer memberitahu pemakai dalam menggunakan prototip dan member kesempatan pada pemakai untuk mengenal system ini

4. Menentukan apakah prototip tersebut dapat diterima : pemakai membeli. Masukan kepada analis dan programmer apakah prototip tersebut memuaskan atau tidak.

5. Merivisi prototip : analis dan programmer mengubah prototip tersebut sesuai dengan saran pemakai.

6. Menggunakan prototip atau menggantinya dengan system operasional : dalam situasi dimana prototip berisi semua elemen yang dikehendaki, maka prototip tersebut menjadi system operasional.

Daya Tarik Prototyping. Pada tahun 1989, dua orang konsultan yaitu J.M carey dan J.D Curry melakukan survey kepada 90 perusahaan dari berbagai jenis untuk mempelajari pelaksanaan prototyping mereka. Mereka menemukan enam daya tarik, seperti disebutkan di bawah ini ( menurut tingkat frekuensinya ) :

1. Keterlibatan pemakai yang lebih baik

2. Pendefinisian keperluan yang lebih baik

3. Dapat pekerja dengan lebih cepat

4. Perancangan proses online

5. Penentuan kelayakan proyek

6. Pengujian teknologi dan alat yang baru

Kelemahan Prototype :

1. Ketergesaan untuk menghasilakan prototype mungkin menghasilkan jalan pintas dalam mendefinisikan masalah, evaluasi alternatif dan dokumentasi.

2. User begitu tertarik dengan prototype sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang tidak realistis.

3. Prototype jenis I mungkin tidak se-efisien sistem yang dikodekan dalam bahasa pemrograman.

4. Hubungan komputer dengan manusia yang disediakan oleh peralatan prototype tertentu mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan sistem yang baik.

Prototyping dan Siklus Hidup Sistem. Beberapa ketidaksepakatan mengenai apakah prototyping dapat digabungak dengan siklus hidup system muncul. Beberap yang mempunyai kewenangan yakini bahwa siklus hidup telah sepenuhnya diganti. Menurut pendapat kita, prototyping dapat mengganti siklus hidup jangka pendek dari subsistem dalam CIBS, seperti DSS dan expert system, namum ia tidak mengganti siklus hidup untuk CBIS secara keseluruhan.

Case

Spesialis Informasi tugasnya adalah mencari cara baru untuk menerapkan computer. Suatu area yang telah Nampak seperti target yang diinginkan adalah tujuan dari kerja spesialis dalam mengembangkan CIBS. Analis system menggunakan sebagian besar waktunya untuk mendokumentasi, dan programmer serta DBA juga menggunakan sebagian besar waktunya untuk menjalankan produknya. Selama akhir tahun 1980an, pekerjaan dibidang ini menghasilkan sejumlah besar alat pengembangan system berdasarkan computer yang tersebar di pasaran. Istilah CASE (computer – aided software engineering), digunakan untuk menjelaskan alat tersebut. Software engginering ( teknik software) adalah proses pembuatan dokumentasi dan software secara evolusioner, proses siklus hidup yang dikeloloa untuk mencapai tujuan tertentu.

Kategori Alat. Alat CASE telah dikembangkan penggunaannya dalam pereancanaan , analisis, didisain, dan implementasi. Sebagian besar aktivitasnya terjadi pada area desain dan anslisis, dimana alat seperti knowledge ware’s IEW (Informastion Enginnering Workbench) dan Index technology’s EXCERATOR terutama digunakan untuk menggambarkan DFD dan membuat deskripsi kamus data. Alat analisis dan disain ini disebut alat front – end atau upper CASE.

Keuntungan menggunakan CASE. CASE adalah alat yang sangat baru, sehingga perusahaan belum dapat melihat bukti produktivitasya seperti yang diharapkan. Namun, yang dilihat dari perusahaan hanyalah perpindahan fase muatan kerja dari fase dalam siklus hidup system menjadi fase baru. Dengan menyediakan waktu lebih banyak pada fase perencanaan, analisis dan desain, perusahaam dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tahap pengimplementasian. Perusahaan percaya bahwa ia akan dapt menghemat waktunya selama fase operasi karena pemeliharaan system lebih mudah.

Sumber :

related:widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5565/Modul_ke_8_sim_ptik.doc SIKLUS HIDUP SISTEM

sitialiyah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8409/Minggu+7.ppt

related:santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2941/catsdlc.doc SIKLUS HIDUP SISTEM

farida.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20011/siklus+hidup.pdf

Rabu, 22 Desember 2010

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN & PENDEKATAN SISTEM

MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN & PENDEKATAN SISTEM

1.PENDAHULUAN

Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefinisikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi altenatif, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.

Dunia Teknologi Informasi saat ini tengah berada dalam suatu situasi persaingan yang semakin tinggi. Keadaan telah berubah, dimana tidak lagi terdapat norma bagi perusahaan untuk tidal saling menghancurkan, akan tetapi berkembang suatu orientasi Teknologi Informasi bagaimana meruntuhkan daya saing pesaing dan menciptakan keunggulan sehingga pesaing tidak dapat bertahan lama.

2.PEMBAHASAN

2.1. MODEL UMUM PERUSAHAAN

Model :

penyederhanaan dari suatu objek,Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.
Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity).

Jenis- jenis model :
1. Model Fisik
Model ini adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi atau bentuk nyata
Model ini biasanya berupa maket atau prototipe produk yang menggambarkan
bagaimana hasil akhir produk tersebut.
Model ini memiliki skala nilai paling kecil bagi para manajer dalam pemecahan
masalah manajemen.
2. Model Naratif
Model yang penggambaran entitasnya secara lisan atau tulisan deskriptif.
Model yang digunakan oleh manajer setiap hari. Salah satu bentuk model naratif
yang populer adalah komunikasi bisnis.
3. Model Grafik
Model yang penggambarannya entitasnya menggunakan sejumlah garis, simbol, atau
bentuk disebut model grafik.
Kebanyakan digunakan di dunia bisnis untuk mengkomunikasikan informasi, seperti
grafik keuangan perusahaan, kondisi pasar dan sebagainya.
Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yg
digunakan oleh sistem analis dan programmer yang bersifat grafik, seperti bagan
arus (flowchart ) dan diagram arus data (data flow diagram).
4. Model Matematika
Keunggulan dari model ini adalah ketelititannya dalam menjelaskan hubungan antara
berbagai bagian dari suatu objek dengan persamaan matematika.

2.2 KEGUNAAN MODEL
1. Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
2. Mempermudah Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
3. Memperkirakan Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis lain.

2.3 MODEL SISTEM UMUM
1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan l
ingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
Arus sumber daya fisik yang mengalir :
2. Sistem Konseptual,
Sebagian sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula sebaliknya.
Sistem Lingkaran Terbuka.
Sistem Lingkaran Tertutup.
Arus material.
Arus personil.
Arus mesin.
Arus uang.
Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.
Pengolah Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan informasi dari data yang terkumpul.

3. PENDEKATAN SISTEM

Suatu pendekatan sistematis untuk pecahan masalah telah diciptakan yang terdiri dari tiga jenis usaha :
- persiapan
- definisi
- solusi

Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefinisikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi altenatif, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.

3.1 PEMECAHAN MASALAH

Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar bisa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.

Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternatif keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan sistem untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja sistem. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh sistem.

Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini, Informasi itu menggambarkan keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh sistem. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan.

Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untu mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan.

Setelah berbagai alternatif diidentifikasi, sistem informasi dapat digunakan umtuk mengevaluasi tiap alternatif. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala (constraints) yang mungkin, baik intern maupun extern / lingkungan.

1. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas, seperti kurangnya bahan baku, modal kerja, SDM yang kurang memenuhi syarat, dan lain lain.
2. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu.

Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.

3.2 STRUKTUR MASALAH

Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.

3.3 PENDEKATAN SISTEM

Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu:

1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian

Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem. Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.

3.4 TAHAP PEMECAHAN MASALAH

Dalam memecahkan masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan oleh manajer yaitu usaha persiapan, usaha definisi, dan usaha solusi / pemecahan.

- Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
- Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
- Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.

Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem.

1. Usaha persiapan
Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari:

a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem
b) Mengenal sistem lingkungan
c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan

2. Usaha definisi

Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu :
a) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem
b) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu

3. Usaha pemecahan
Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.

4. SUMBER

http://a60377.wordpress.com/2010/11/20/213/

Sistem Informasi Manajemen 1 , Betty Yudha S. SKom